Pages

Subscribe:

Rabu, 18 Januari 2012

MEWUJUDKAN BENINGNYA AIR DEMI MERAIH BENINGNYA MASA DEPAN GENERASIKU

MEWUJUDKAN BENINGNYA AIR DEMI MERAIH BENINGNYA MASA DEPAN GENERASIKU KARYA LIES RAMADHANTY KELAS IXB DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BELITUNG SMP NEGERI 2 TANJUNGPANDAN BELITUNG Jalan Kapten Saridin No. 7 Telp. (0719) 22770 Tanjungpandan 33413 I. Pendahuluan Negara kita menduduki posisi ke-5 yang memiliki potensi sumber daya air di dunia setelah Brazil, Amerika, dan Canada. Meski cadangan air yang tersedia cukup banyak, penting sekali menjaga kualitas air demi keberlangsungan kehidupan di masa yang akan datang . Air sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mandi , mencuci , minum , dan semua aspek kehidupan . Terkadang kita sering lupa akan banyaknya manfaat dari air bagi kehidupan kita . Persoalan air adalah masalah global. Komponen ini begitu dibutuhkan, tetapi tidak banyak yang sadar untuk menjaga kualitasnya. Pencemaran air makin hari makin menjadi-menjadi, sementara pasokan air bersih terus menipis. Sebuah perpaduan yang sangat rentan menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Akibatnya bagi lingkungan dan bagi umat manusia cukup besar. Hampir 1,5 juta anak meninggal setiap tahun akibat air yang tercemar. Di perkirakan terdapat 250 juta penyakit yang berhubungan dengan air misalnya diare , sakit kulit dll . meningkatnya populasi penduduk mengakibatkan tidak seimbangnya ketersediaan dan kebutuhan air bersih . Tidak dapat di pungkiri , bahwa semua makhluk hidup pasti membutuhkan air. Bagi manusia, air merupakan mineral yang sangat vital dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Air adalah pelarut utama makanan , vitamin dan mineral . air juga bisa pelumas utama di sel sendi dan membantu mencegah rematik dan sakit pinggang. Air penting untuk sistem pendinginan tubuh (melalui keringat) dan pemanasan tubuh (elektrikal). Air membantu menurunkan stres, kegelisahan, dan depresi. Masih banyak manfaat dari air maka dari itu mari kita pergunakan air dengan sehemat – hematnya dan kita jaga kualitas air demi kelangsungan hidup masa depan . Berbicara masa depan, kami adalah anak-anak masa depan yang akan melanjutkan budaya dan kelangsungan hidup untuk 10 sampai 30 tahun yang akan datang. Akankan kami mampu menjutkan kehidupan ini secara wajar dengan memperhatikan bagaimana hebatnya pengrusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan kualitas air. II. Latar Belakang Air yang jernih bersumber dari lingkungan yang bersih. Lingkungan yang bersih berawal dari alam yang terjaga. Alam yang terjaga dimulai dari kesadaran manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan yang ditempatinya. Air sangat penting bagi kehidupan. Hampir seluruh makhluk hidup mengandung 75% air. Air juga merupakan tempat hidup berbagai organisme air, misalnya ikan. Air mrmiliki sifat yang khas. Sifat-sifat air itu mempengaruhi ekosistem. (Santi Kurniati:18) Sementara pada kenyataannya lingkungan di sekitar kita sudah semakin rusak. Ketusakan yang dapat terlihat dengan nyata di mana-mana. Kerusakan karena keserakahan manusia itu sendiri. Akar permasalahannya tidak laian adalah kesadaran. Sudah tidak bisa disanggah lagi bahwa kesadaran masayarakat untuk menjaga air sangat rendah, seiring dengan perubahan waktu kondisi air semakin memprihatinkan penebangan hutan masih merajalela, tingkat pencemaran aliran sungai semakin tinggi dan ruang-ruang terbuka sebagai sumber resapan air semakin sedikit. Kebiasaan tidak terpuji ini dapat mengakibatkan malapetaka besar yang bisa mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Banjir yang terjadi belakangan ini merupakan contoh yang dapat dipetik sebagai pelajaran untuk menuai kesadaran bersama agar kita semua dapat menjaga air dengan baik. III. Permasalahan Air dan kehidupan generasi akan datang erat kaitannya. Hubungan keduanya menggambarkan interaksi yang. interaksi yang terjadi berdampak pada kedua organisme. Dampak tersebut dapat berupa hal positif maupun negatif. Jika beningnya air tidak dijaga dari sekarang tentu mengganggu proses kehidupan pada masa yang akan datang. Masa yang akan datang tentu berada di pundak generasi muda. Jadi, apakah yang dapat kita lakukan untuk menjaga beningnya air demi kelangsungan hidup generasi berikutnya? IV. Penjelasan Bisa disimpulkan bahwa tingkat pencemaran linkungan baik itu dalam skala kecil maupun besar sudah menjadi kebiasaan buruk ditengah masayarakat kita. Sikap yang tidak ramah terhadap linkungan membuat kita semena-semena terhadap alam, padahal disisi lain alam merupakan titipan yang harus dijaga dan dipelihara agar dapat memberi mamfaat bagi kehidupan manusia. Air merupakan sumber kehidupan, dan banyak sekali mamfaat air yang dapat diambil bagi kehidupan manusia sudah sepantasnya untuk kita jaga dan pelihara dengan baik agar kelestarian air dapat kita wariskan pada generasi mendatang. Tidak perlu kita berpikir mencari cara yang lebih canggih untuk menjaga air, karena untuk menjaga air cukup dengan cara yang sangat mudah untuk dilakukan. 1. dengan memelihara lingkungan, 2. membuat taman-taman sebagai sumber resapan air, 3. stop membuang sampah atau limbah kesungai 4. dan berhenti menggunduli hutan berarti kita sudah menjaga keselamatan air dengan baik. Peringatan hari air sedunia yang jatuh apda bulan Maret ini dapat kita jadikan sebagai momentum untuk menggugah kesadaran bersama dalam menjaga dan menyelamatkan air. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk berperan aktif dalam menjaga air, agar kita dapat mewariskan air yang bening buat generasi mendatang Begitu banyak program yang diluncurkan pemerintah dalam menggalakkan masyarakat untuk menjaga lingkungan air, diantaranya tentang sanitasi air. Terdapat hubungan yang erat antara masalah sanitasi dan penyediaan air, dimana sanitasi berhubungan langsung dengan berbagai hal siantaranya sebagai berikut. 1. Kesehatan. Semua penyakit yang berhubungan dengan air sebenarnya berkaitan dengan pengumpulan dan pembuangan limbah manusia yang tidak benar. Memperbaiki yang satu tanpa memperhatikan yang lainnya sangatlah tidak efektif. 2. Penggunaan air. Toilet siram desain lama membutuhkan 19 liter air dan bisa memakan hingga 40% dari penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan jumlah penggunaan 190 liter air per kepala per hari, mengganti toilet ini dengan unit baru yang menggunakan hanya 0,7 liter per siraman bisa menghemat 25% dari penggunaan air untuk rumah tangga tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan. Sebaliknya, memasang unit penyiraman yang memakai 19 liter air di sebuah rumah tanpa WC bisa meningkatkan pemakaian air hingga 70%. Jelas, hal ini tidak diharapkan di daerah yang penyediaan airnya tidak mencukupi, dan hal tersebut juga bisa menambah jumlah limbah yang akhirnya harus dibuang dengan benar. 3. Biaya dan pemulihan biaya. a. Biaya pengumpulan, pengolahan dan pembuangan limbah meningkat dengan cepat begitu konsumsi meningkat. Merencanakan hanya satu sisi penyediaan air tanpa memperhitungkan biaya sanitasi akan menyebabkan kota berhadapan dengan masalah lingkungan dan biaya tinggi yang tak terantisipasi. Pada tahun 1980, Bank Dunia melaporkan bahwa dengan menggunakan praktek-praktek konvesional, untuk membuang air dibutuhkan biaya lima sampai enam kali sebanyak biaya penyediaan. Ini adalah untuk konsumsi sekitar 150 hingga 190 liter air per kepala per hari. Informasi lebih baru dari Indonesia, Jepang, Malaysia dan A. S. menunjukkan bahwa rasio meningkat tajam dengan meningkatnya konsumsi; dari 1,3 berbanding 1 untuk 19 liter per kepala per hari menjadi 7 berbanding 1 untuk konsumsi 190 liter dan 18 berbanding 1 untuk konsumsi 760 liter. b. Penggunaan ulang air. Jika sumber daya air tidak mencukupi, air limbah merupakan sumber penyediaan yang menarik, dan akan dipakai baik resmi disetujui atau tidak. Karena itu peningkatan penyediaan air cenderung mengakibatkan peningkataan penggunaan air limbah, diolah atau tidak dengan memperhatikan sumber-sumber daya tersebut supaya penggunaan ulang ini tidak merusak kesehatan masyarakat. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah satu Program Nasional di bidang sanitasi yang bersifat lintas sektoral. Program ini telah dicanangkan pada bulan Agustus 2008 oleh Menteri Kesehatan RI. STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Strategi Nasional STBM memiliki indikator outcome yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan indikator output-nya adalah sebagai berikut 1. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). 2. Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga. 3. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. 4. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar. 5. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar. STBM mulai diuji coba tahun 2005 di 6 kabupaten (Sumbawa, Lumajang, Bogor, Muara Enim, Muaro Jambi, dan Sambas). Sejak tahun 2006 Program STBM sudah diadopsi dan diimplementasikan di 10.000 desa pada 228 kabupaten/ kota. Saat ini, sejumlah daerah telah menyusun rencana strategis pencapaian sanitasi total dalam pembangunan sanitasinya masing-masing. Dalam 5 tahun ke depan (2010 – 2014) STBM diharapkan telah diimplementasikan di 20.000 desa di seluruh kabupaten/ kota. Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait dengan masalah air minum, higiene dan sanitasi masih sangat besar. Hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) tahun 2006, menunjukkan 47% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun dan tempat terbuka. Berdasarkan studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia tahun 2006, perilaku masyarakat dalam mencuci tangan adalah (i) setelah buang air besar 12%, (ii) setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9%, (iii) sebelum makan 14%, (iv) sebelum memberi makan bayi 7%, dan (v) sebelum menyiapkan makanan 6 %. Sementara studi BHS lainnya terhadap perilaku pengelolaan air minum rumah tangga menunjukan 99,20% merebus air untuk mendapatkan air minum, tetapi 47,50 % dari air tersebut masih mengandung Eschericia coli. Kemudian takkalah pentingnya hubungan air denagn prilaku kita terhadap pengelolaan sampah yang kita kenal dengan 3R. 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. 3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Setiap Hari. Mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita. Berikut adalah kegiatan 3R (Reuse Reduce Recycle) yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, kantor, ataupun di tempat-tempat umum lainnya. Contoh kegiatan reuse sehari-hari: • Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali. • Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng. • Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. • Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis. • Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat. • Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan Contoh kegiatan reduce sehari-hari: • Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang. • Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali). • Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai. • Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi. • Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu. Contoh kegiatan recycle sehari-hari: • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. • Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali. • Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos. • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat. 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sebenarnya sederhana dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun dari 3R yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan di sekitar kita. V. KESIMPULAN Berbagai fungsi air yang memang tidak dapat dipisahkan dari setiap aspek kehidupan di permukaan bumi ini mengisyaratkan betapa air dan kehidupan tidak dapat dipisahkan. Ada air pasti ada kehidupan, tak ada air tak akan mungkin ada kehidupan. Generasi muda memerlukan beningnya air untuk kehidupan masa yang akan datang demi meraih masa depan yang lebih cerah. Banyak hal yang dapat kita lakukan demi menjaga kelangsungan kelestarian air dari hal-hal sederhana, maupun menjalankan program yang telah diluncurkan oleh pemerintah. SARAN Untuk menjaga kelancran kelangsungan masa depan generasi kami dalam hubungannya dengan kelastarian lingkunagn khususnya air diperlukan kerjasama semua pihak terutama pemerintah dalam bentuk pembuatan kebijakan yang tegas terhadap kelestarian lingkungan. Mari kita jaga kelestarian alam kita secara bersama-sama demi beningnya masa depan generasi kita. Daftar Pustaka

0 komentar:

Posting Komentar